Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan bawang merah semakin meningkat karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas ini. Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan pendapatan negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi.

Di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, produk bawang merah telah menjadi potensi unggulan yang terus dikembangkan. Di desa ini usaha budidaya bawang merah telah berkembang cukup lama dan menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warganya, meskipun pada saat-saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok.

Budidaya bawang merah di Desa Kromasan ini biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak tanam. Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

Wilayah pemasaran produk bawang merah dari Desa ini sudah merambah sampai diluar wilayah Tulungagung. Harga jual di petani berkisar antara 15.000 – 20.000 per kg.

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?